Harryanto Adhi Tjhandra
14114823
2KA28
Teori Organisasi Umum Softskill
Proses Organisasi
Hubungan antara Kekuasaan dan
Pengaruh
§ Analisis French-Raven
§ Analisis Etzioni
§ Analisis Nisbel
1. Proses mempengaruhi
Proses mempengaruhi dapat
berlangsung jika ada orang yang dipengaruhi, metode mempengaruhi, dan orang
yang dipengaruhi.
2. Perbedaan mempengaruhi dengan kekuasaan dan dengan
wewenang
Kekuasaan tidak membutuhkan
legitimasi sedangkan Wewenang membutuhkan legitimasi dan membutuhkan kekuasaan.
Wewenang merupakan hak untuk memanipulasi atau merubah orang lain.
3. Beberapa pendekatan yang digunakan
untuk membahas kekuasaan dan pengaruh
§ Pendekatan French dan raven
Pendekatan ini mendefinisikan kekuasaan berdasarkan pada
pengaruh,dan pengaruh berdasarkan pada perubahan psikholog. Pengaruh adalah
pengendalian yang dilakukan oleh seseorang dalam organisasi terhadap orang
lain, sedang kekuasaan merupakan pengaruh laten. French dan
rovenmengidentifikasikan lima sumber atau basis kekuasaan yaitu:
a) Kekuasaan balas jasa (reward power)
b) Kekuasaan paksaan (coercive power)
c) Kekuasaan sah (legimate power)
d) Kekuasaan ahli (expert power)
e) Kekuasaan panutan (referent power)
§ Pendekatan Etzioni
Kalau French dan Roven memberlakukan kekuasaan dan pengaruh
sebagai elemen-elemen laten dan aktif proses yang sama, sedang Etzioni lebih
mencurahkan perhatian pada apa yang dilakukan oleh seseorang untuk orang lain
baik suka maupun tidak.
§ Pendekatan Nizbet
Memandang kekuasaan sebagai antitesa wewenang, dan kekusaan
dilain pihak merupakan paksaan atau usaha untuk mendominasi orang lain agar
berperilaku dengan cara-cara tertentu tanpa mempengaruhi system referensi.
Contoh Kasus:
Kasus Wisma Atlet yang sedang
panas-panasnya akhir-akhir ini diyakini akan menjadi masalah baru bagi Partai
Demokrat, yang mana hal tersebut telah menurunkan popularitas dan mengurangi
kepercayaan masyarakat terhadap Partai Presiden kita itu.
Proses Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan adalah
pemilihan diantara berbagai alternatif.
Konsep Pengambilan Keputusan
§ Identifikasi dan diagnosis masalah
§ Pengumpulan dan analisis data yang relevan
§ Pengembangan & evaluasi
alternatif
§ Pemilihan alternatif terbaik
§ Implementasi keputusan &
evaluasi terhadap hasil – hasil
a. Tipe –Tipe Keputusan
Manajemen
§ Keputusan-keputusan perseorangan dan
strategi
§ Kepusan-keputusan pribadi &
strategi
§ Keputusan-keputusan dasar &
rutin
b. Model-model Pengambilan
Keputusan
§ Relationalitas Keputusan
§ Model- model perilaku
pengambilan keputusan
c. Teknik Pengambilan Keputusan
§ Teknik – teknik Kreatif:
Brainstorming & Synectics
§ Teknik – teknik Partisipatif
§ Teknik – teknik pengambilan
keputusan Modern : Teknik Delphi, Teknik Kelompok Nominal
1. Proses pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan secara universal didefinisikan sebagai
pemilihan diantara berbagai alternative yang mencakup baik pembuatan pilihan
maupun pemecahan masalah. Proses pengambilan keputusan berkaitan erat dengan
semua funsi-fungsi manajemen tradisional. Dalam pembahasan aspek-aspek teori
organisasi dan manajemen modern, pormulaan analisis proses pengambilan
keputusan dapat ditelusuri pada Chester Barnard dalam bukunya The Function of
the Executive.
2.
Dua buah model Fisher dalam proses pengambilan keputusan
§ Model Preskriptif
Pemberian resep perbaikan, model ini
menerangkan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan.
§ Model Deskriptif
Model ini menerangkan bagaimana kelompok mengambil keputusan tertentu.
3.
Teknik-teknik pengambilan keputusan
§ Tujuan analisis keputusan
(decision analysis).
Mengidentifikasi
apa yang harus dikerjakan, mengembangkan kriteria khusus untuk mencapai tujuan,
mengevaluasi alternatif yang tersedia yang berhubungan dengan kriteria dan
mengidentifikasi risiko yang melekat pada keputusan tersebut.
§ Keputusan dalam ketidakpastian
(uncertainty).
Pengambilan
keputusan dalam ketidakpastian menunjukkan suasana keputusan dimana
probabilitas hasil-hasil potensial tidak diketahui /tak diperkirakan. Dalam
suasana ketidakpastian pengambil keputusan sadar akan hasil-hasil alternatif
dalam bermacam-macam peristiwa, namun pengambil keputusan tidak dapat
menetapkan probabilitas peristiwa.
§ Keputusan dalam situasi risk
(probability).
Tahap-tahap:
diawali dengan mengidentifikasikan bermacam-macam tindakan yang tersedia dan
layak; peristiwa-peristiwa yang mungkin dan probabilitas terjadinya harus dapat
diduga dan pay off untuk suatu tindakan dan peristiwa tertentu ditentukan.
§ Persoalan inventori sederhana dalam
keadaan ada resiko.
Kriteria
nilai harapan (expected value) yang telah digunakan di atas juga diterapkan
untuk memecahkan persoalan inventori sederhana.
§ Pengambilan keputusan dalam suasana
konflik (game theory).
Memusatkan
analisis keputusan dalam suasana konflik dimana pengambil keputusan menghadapi
berbagai peristiwa yang aktif untuk bersaing dengan pengambil keputusan
lainnya, yang rasional, tanggap dan bertujuan memenangkan persaingan/
kompetisi.
Contoh Kasus:
Keputusan untuk membangun gedung
baru untuk DPR, hal tersebut telah mencerminkan betapa serakahnya petinggi
negara kita ini, padahal masih banyak masyarakat yang tidak mampu yang lebih
membutuhkan dana untuk pembangunan gedung tersebut yang diperkirakan
membutuhkan biaya kurang lebih sebesar Rp. 1,1 Triliun
Apapun keputusan yg akan di ambil
DPR seharusnya mewakili Kepentingan Orang-Orang yang akan terlibat /
terpengaruhi, jangan sampai keputusan yg di buat itu hanya mewakili kepentingan
pribadi atau strategi organisasi tertentu.
Refrensi:
http://refflinsukses.blogspot.co.id/2013/11/hubungan-antara-kekuasaan-dan-pengaruh_8.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar